March 25, 2007

bumi manusia

Sekedarnya lagi; dari Pramoedya, lewat "Bumi Manusia":


- Kau harus berterima kasih pada segala yang memberimu kehidupan

- Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran; apalagi dalam perbuatan

- Tak ada muncul cinta mendadak, karena dia adalah anak kebudayaan, bukan batu dari langit, jiwa jangan dilukai dengan penderitaan tak perlu

- Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap, kalau tidak, dia tidak menjadi apa-apa

- Asal keinginan dan impian sama – akibat dari kenyataan yang tidak mencukupi, dari gambaran batin tentang diri yang berbeda, gambaran yang orang ingin menjadi

- Seorang ibu harus menyampaikan pada anak perempuannya semua yang harus dia ketahui

- Wanita (katanya) lebih suka mengabdi pada kekinian dan gentar pada ketuaan; mereka dicengkeram oleh impian tentang kemudaan yang apuh itu dan hendak bergayutan abadi pada kemudaan impian itu. Umur sungguh aniaya bagi wanita

- Manusia yang wajar mesti punya sahabat, persahabatan tanpa pamrih. Tanpa sahabat hidup akan terlalu sunyi

- Hidup bisa memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima

- “Bunda tak hukum kau, kau sudah temukan jalanmu sendiri, Bunda takkan halangi, juga takkan panggil kembali. Tempulah jalan yang kau anggap terbaik, hanya jangan sakiti orang tuamu dan orang yang kau anggap tak tahu segala sesuatu yang kau tahu”

- Sapi-sapi perah dalam mempersiapkan diri jadi sapi perah, sapi penuh, sapi dewasa, membutuhkan waktu hanya 3 -14 bulan. Bulan! Manusia membutuhkan belasan, malah puluh tahun untuk jadi dewasa – manusia dalam puncak nilai dan kemampuannya. Ada yang tak pernah jadi dewasa memang, hidup hanya dari pemberian seseorang atau masyarakatnya. Mantap tidaknya kedewasaan dan nilai tergantung pada besar kecilnya dan banyak sedikitnya ujian…

- Lima syarat yang ada pada satria Jawa: Wisma, Wanita, Turangga, Kukila dan Curiga
Wisma: rumah. Tanpa rumah orang tak mungkin satria. Orang hanya gelandangan. Rumah, tempat seorang satria bertolak, tempat dia kembali. Rumah bukan sekedar alamat, dia tempat kepercayaan sesama pada yang meninggali
Wanita: Tanpa wanita, satria menyalahi kodrat sebagai seorang lelaki. Wanita adalah lambang kehidupan dan penghidupan, kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan. Dia bukan sekedar istri untuk suami. Wanita sumbu pada semua, penghidupan dan kehidupan berputar dan berasal
Turangga: Kuda. Kuda itu, dia alat yang dapat membawa kau kemana-mana: Ilmu pengetahuan, kemampuan, keterampilan, kebisaan, keahlian dan akhirnya kemajuan. Tanpa Turangga, takkan jauh langkahmu, pendek penglihatanmu
Kukila: Burung. Burung itu lambang keindahan, kelangenan (hobby), segala yang tak punya hubungan dengan penghidupan, hanya dengan kepuasan batin pribadi. Tanpa itu orang hanya sebongkah batu tanpa semangat
Curiga: Keris. Keris itu lambang kewaspadaan, kesiagaan, keperwiraan, alat untuk mempertahankan empat sebelumnya. Tanpa keris, yang empat akan bubar binasa bila mendapat gangguan.


0 komentar:

  © Blogger template 'Minimalist A' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP