menulis apa saja; sekadar melawan lupa

Apr 27, 2009

Mengetahui apa yang ingin disampaikan "Knowing"

Knowing bercerita tentang ide klasik apocalypse, akhir kehidupan dunia, lewat sebuah bencana ledakan matahari yang akan meluluhlantahkan bumi.

Hal yang menarik dari film ini adalah adanya perdebatan filosofis dengan membenturkan
epistemologi rasionalis-empiris (diwakilkan oleh Nicolas Cage yang berperan sebagai John Koestler , Professor bidang astrofisika, yang percaya terhadap teori acak, bukan determine) dengan spiritual-supralogis (diwakilkan oleh orang kebanyakan, termasuk ayahnya yang pendeta, dan juga anaknya).


-untuk mengetahui alur cerita, silahkan ditonton sendiri-


Bagi sebagian orang, endingnya kurang menarik karena terkesan agak dipaksakan. Tetapi saya ingin melihatnya dari sisi yang berseberangan, karena menurut saya penggambaran
scenes itu adalah kerja maksimal Alex Proyas dalam menerjemahkan cerita yang dibuat oleh Ryne Douglas Pearson. Kita tidak bisa menafikan subjektifitas sang sutradara dalam memvisualisasikan apa yang dia tangkap dari imajinasi pembuat cerita, makanya (sebagian hal) akan selalu berbeda apa yang kita lihat dan apa yang dilihat oleh orang lain.


Saya bahkan mencium sedikit aroma
mysticism, (dan saya selalu tertarik akan hal itu), apalagi melihat itu datang dari seorang Ryne Pearson yang notabene bukan berlatarbelakang budaya timur. Tema-tema mengenai awal-akhir kehidupan selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas karena akan berujung pada pemaknaan manusia tentang kehidupan itu sendiri, apalagi jika ditambah dengan tema Takdir dan Ikhtiar, perdebatan yang mengobrak-abrik isi kepala John Koestler yang begitu mengagungkan ilmu pengetahuan.


Satu lagi fakta yang menarik adalah penggambaran sosok malaikat yang bertindak selaku whisperer dapat ditemukan dalam Kitab Yehezkiel (salah satu kitab dalam Bibel) pasal 1 ayat 5,
"Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia".... 


Karena ini cuma film, hanya cerita: rekonstruksi dari konstruksi atas realitas, yang bisa jadi Anda yakini, bisa pula tidak.
(Saya lupa menemukan kalimat ini di mana, tetapi saya suka dan sepakat atas pernyataannya)

Tags:

No comments:


© Technology 2013 All rights reserved Template by Buhth