menulis apa saja; sekadar melawan lupa

Sep 8, 2009

Mi'raj : Dalam Hening Neraka

Saya ikut-ikutan, seperti Rasulullah Muhammad SAW, ingin juga jalan-jalan ke langit, Mi'raj, tapi tidak usah sampai langit ketujuh, saya hanya ingin jalan-jalan melihat kondisi neraka bulan ini, yang katanya untuk sementara waktu ditutup. Kalau Muhammad diperjalankan dengan mengendarai buraq dari Yerusalem, saya hanya jalan sendiri, dari rumah di Bekasi, mengendarai liar imajinasi (ini juga terbuat dari cahaya, sama dengan bahan baku buraq, yang kecepatannya dua ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh dua ribu empat ratus lima puluh delapan meter per detik).

Saya sudah sampai di depan pintu kantor Tuhan yang selalu terbuka, terlihat di meja-Nya ada tumpukan map-map doa, dengan disposisi: kabulkan segera! *1). Setelah beberapa saat mencari, dan akhirnya menemukan kunci pintu neraka di laci meja-Nya, segera saya ambil dan bawa pergi.

Di hadapan pintu neraka yang tertutup rapat, hanya ada sunyi. Tidak terlihat Malik beserta gerombolan Zabaniyah *2), kemungkinan sedang libur cuti, setelah 11 bulan penuh bekerja. Saya langsung masuk saja ke dalam, suasana hening, arena penyiksaan untuk sementara dibebas-tugaskan. Dari dasar neraka, tampak menjulang pohon zaqqum *3), yang menjadi makanan penghuni neraka. Banyak orang-orang di sana, saya mencoba memperhatikan wajah-wajahnya, seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa *4). Hanya ada wajah-wajah pendosa yang letih, sedang istirah, yang betul-betul menyempurnakan keheningan, tidak ada suara, karena mulut tertutup, hanya kaki dan tangan yang memberi kesaksian *5).

Saya mencoba menepi, melihat orang-orang yang terbagi dalam kelompok-kelompok. Ah, sepertinya saya mengenal salah seorang dari mereka, sedang menangis seakan-akan menyesali banyak hal. Saya berusaha mendekat, mengambil jarak, setelah beberapa jenak tersentak kaget : ingin memastikan bahwa saya tidak sedang berada di hadapan cermin. ***

------------------
*1) Di Kantor Tuhan, Hasan Aspahani
*2) QS Al-'Alaq [96] :18
*3) QS Ash-Shaaffaat [37] : 66 , Al-Waa'qiah [56] : 52
*4) QS Al-Mudatstsir [74] : 50 – 51
*5) QS Yaasin [36] : 65



Bekasi, 17 Ramadhan 1430

Tags: ,

No comments:


© Technology 2013 All rights reserved Template by Buhth